Tampilkan postingan dengan label BlackBerry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BlackBerry. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2009

Jam Tangan Khusus untuk Pengguna BlackBerry

Jam ini akan menunjukkan notifikasi jika ada sesuatu yang baru di BlackBerry penggunanya.

by: Muhammad Firman, Muhammad Chandrataruna
Jam tangan untuk pengguna BlackBerry (crackberry.com)

Inovasi yang dibesut Research In Motion (RIM) sementara ini memang sampai di layanan Internet (BlackBerry Internet Service), BlackBerry Enterprise Server, dan perangkat BlackBerry. Namun lain halnya dengan kreasi yang telah diciptakan oleh pengusaha kecil-menengah. Contohnya adalah jam tangan ‘BlackBerry’.

Jam tangan ini memang bukan produk resmi RIM, melainkan produk aksesoris yang diciptakan sebuah UKM bernama inPulse. Jam tangan ini hanya bisa bekerja jika disambungkan ke ponsel BlackBerry via koneksi Bluetooth.

Seperti VIVAnews kutip dari CrackBerry, 21 Oktober 2009, inPulse merancang jam ini khusus sebagai aksesori baru BlackBerry yang dipersembahkannya untuk RIM.

Jam tangan ini telah dilengkapi layar OLED agar bisa menampilkan teks lebih jelas. Selain itu, inPulse juga menyematkan baterai berkekuatan besar. Namun, sayang tidak ada keterangan lebih lanjut terkait spesifikasinya.

Lalu, apa bedanya dengan jam biasa? Ya, jam ini akan menunjukkan notifikasi atau pemberitahuan pesan jika ada sesuatu yang baru dari BlackBerry Anda. Dengan begitu, jika terdapat getaran pada ponsel Anda sebagai indikator adanya pesan baru, Anda cukup melihat jam tangan Anda.

Konsepnya cukup menarik dan sederhana, tetapi inPulse SmartWatch membuktikan bahwa ia memprakarsai konsep tersebut, yang mana bisa membuat pengguna BlackBerry semakin kecanduan.

Hingga kini, belum ada keterangan terkait harga maupun ketersediaan inPulse SmartWatch, tetapi menurut keterangan dari sumber VIVAnews, aksesoris BlackBerry yang inovatif ini akan segera menyapa penggunanya.

• VIVAnews

Blackberry Naikan Gengsi Penggunanya


Maraknya penjualan telepon genggam baru bermerek Blackberry yang memiliki kualitas layanan program hampir sama dengan komputer dan harga yang cukup mahal, menaikkan gengsi pengguna telepon genggam tersebut.

"Pakai Blackberry gengsi kita jadi besar. Orang akan takjub melihat kita memakai ponsel mahal seperti itu," kata seorang siswi SMA Negeri.

Ia menambahkan, selain harganya yang mahal dan hanya bisa dijangkau kalangan tertentu, telepon genggam dengan merek Blackberry memiliki layanan program yang tidak terdapat pada telepon genggam jenis lainnya, dan memudahkan pengguna untuk mengakses berbagai informasi dari internet.

"Keuntungan dari Blackberry adalah layanan yang disediakan cukup banyak, termasuk layanan untuk mengakses berbagai informasi dari internet," katanya.

"Sedikit peminat" Menurut Tasya, telepon genggam yang populer dengan sebutan "BB" tersebut masih susah dicari di kota Ambon, dan hanya beberapa toko ponsel besar yang menjual dan cepat habis karena persediannya sedikit.

"Di sini (Ambon) hanya beberapa toko yang menjualnya, dan cepat habis karena mereka hanya menjual beberapa buah saja, makanya saya membelinya di Jakarta," katanya.

Baharudin Polanunu, salah seroang penjual ponsel di toko Jang Sombong Ale, mengatakan harga yang terlalu mahal dengan pengaturan menu ponsel tak bisa dialihkan ke dalam bahasa Indonesia, mejadi kendala yang menghambat larisnya penjualan Blacberry.

Selain itu, ponsel jenis ini tidak memiliki kartu memori sehingga harus dibeli secara terpisah.

"Penggunaan bahasanya tak bisa dialihkan ke bahasa Indonesia, selain itu harganya mahal dan pembeli harus membeli memori card (kartu memori) Blackberry sebab tidak tersedia di dalam ponsel," katanya.

Sejak Juli lalu, toko Jang Sombong Ale hanya menjual empat buah ponsel Blackberry dengan jenis Bold 9000 seharga Rp5.770.000 sebanyak dua buah, satu buah Blackberry Javelin seharga Rp4.275.000 dan satu buah Blackberry jenis Curve yang dijual dengan harga Rp3.350.000.

Baharudin menambahkan, pembeli ponsel Blackberry di toko mereka berasal dari kalangan pekerja.(Zh/At)

Sumber: http://berita8.com

Kamis, 15 Oktober 2009

Sony Ericsson Rilis Pesaing BlackBerry




Sony Ericsson menegaskan posisinya sebagai ponsel terbesar kedua di tanah air. Sony Ericsson mengenalkan tiga produk baru yang akan menjadi amunisi andalan dalam persaingan di pasar smartphone.

Dengan meluncurkan tiga produk baru Satio, Aino dan Yari, Sony Ericsson menegaskan kembali akan bersaing di pangsa smartphone yang mulai didominasi oleh BlackBerry dan iPhone.

“Kita masih nomor dua sekarang, dan kami berkeinginan untuk tetap bersaing,” kata Samudro Seto Product Group Marketing Manager Sony Ericsson Indonesia, di Jakarta.


Satio, Aino dan Yari, dibuat dengan kelas tersendiri dan tidak hanya berfungsi sebagai ponsel biasa. Ponsel itu dilengkapi dengan beberapa akses hiburan ke situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, tutur Samudro.

Ketiga amunisi baru itu akan mulai tersedia di pasaran pada akhir Oktober. Dan kehadirannya kata Samudro membuat masyarakat banyak memiliki pilihan seri ponsel Sony Ericsson.

“Keragaman jenis membuat kami lebih kaya,” ujar Samudro.

Sumber: inilah.com

BlackBerry Storm2 is official, at last

/
Enough with the spy shots. RIM's Web site has finally listed official photos and specs for its follow-up to the original touchscreen Storm, and the Wall Street Journal even has a brief review posted. Still no word on when Verizon will launch the Storm2, though, nor do we have a price tag yet.

You can find RIM's Web page for the new, 5.64-ounce Storm2 (a bit heavier than the first Storm) right here, and as you can see, it looks very similar to its predecessor, save for some sleeker curves and edges. The touchscreen is also the same size—about 3.25 inches diagonally—and the BlackBerry interface looks more or less the same.

But looks can be deceiving, and as the rumors predicted, RIM has changed its touchscreen strategy for the 3G-enabled Storm2. Gone is the "ClickThrough" screen that you could actually, physically click; in its place is "next-gen SurePress technology," which WSJ reviewer Walt Mossberg describes as electronic "tactile feedback"—or, in other words, the phone vibrates to simulate the feeling of a keypress. Mossberg says the new system makes for "faster, smoother typing," which would make for a nice change from the sticky feeling of the first Storm's clickable screen.


Other major changes include Wi-Fi (the lack of which was a major criticism of Storm No. 1), along with a full, virtual QWERTY keypad when you're holding the phone in portrait position, as opposed to the touchscreen "SureType" keyboard (with multiple letters on the same key, à la the BlackBerry Pearl).

But while some things have changed, others have stayed the same. The BlackBerry OS is essentially the same as on the existing Storm (or on other current BlackBerrys, for that matter), and you get the same Web browser (which is "still inferior to Apple's, Google's, and Palm's," Mossberg writes) and a 3.2MP camera, the same resolution as before.

There's still no official word from Verizon on when the Storm2 will arrive in the U.S. (it's already available for pre-order from European carrier Vodafone), or for how much; that said, Mossberg is guessing November for about $200, with contract (which sounds about right). It's also not clear how much memory the Storm2 will ship with; Mossberg says it'll come with 2GB of onboard storage and a 16GB microSD card, but that hasn't been confirmed yet.

Anyway, I expect Verizon Wireless to fill in the blanks any minute now, so stay tuned.

So, what do you think? Happy? Disappointed? Gonna get it?

Update: CNET has a detailed preview of the Storm2 right here.

Sumber: Yahoo Tech